Blog EntryAmz, Guf, Ims, Selamat JalanNov 8, '08 10:34 PM
for everyone

Saya bingung. Atau, bisa juga saya terlalu naif menyikapi keadaan.

 

Saya benci Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudera karena mereka mengotaki pembantaian ratusan orang di Bali. Kebanyakan korban pembantaian itu adalah mereka yang sedang berlibur atau mereka yang bekerja untuk menjaga dapurnya tetap ngebul.

 

Sekarang, mereka sudah dieksekusi mati.

 

Beberapa waktu yang lalu, saya punya keinginan untuk menuliskan sebuah tulisan ‘kasar’ yang pada intinya mensyukuri kematian mereka. Itu emosi. Belakangan, saya sadar bahwa tindakan itu tidak penting. Jadi, lebih baik menulis sebuah tulisan kenangan yang cukup merepresentasikan perasaan saya akan mereka.

 

Saya, dan kebanyakan orang di dunia ini, sama sekali tidak bisa berpihak pada keputusan orang-orang ini yang merasa punya hak untuk memerangi Amerika Serikat dan mengambil posisi aktif menyerang mereka. Mereka, para pembom ini, bodoh. Yang mereka serang adalah Bali di mana secara kasat mata pengunjung bulenya didominasi oleh orang Australia.

 

Lalu Australia disamakan dengan Amerika Serikat, dianggap sekutu. Nah, yang bersekutu kan pemerintahnya. Saya yakin, banyak juga orang Australia yang benci sama pemerintah Amerika Serikat. Ah, tidak penting buat saya urusan benci membenci itu.

 

Sulit sekali kalau urusan negara dibawa menjadi satu hal yang personal.

 

Saya juga benci sekali dengan pemerintah Amerika Serikat. Saya benci sekali kenapa mereka harus menerapkan syarat yang ketat secara membabi buta. Saya benci paranoia yang mereka sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Saya benci kenapa mereka begitu dominan dalam perekonomian dunia. Dan saya benci akan jarak mereka yang jauh, membuat ongkos kirim antar negara menjadi sangat mahal.

 

Kebencian-kebencian itu membuat saya tidak ingin pergi ke Amerika Serikat dengan uang sendiri. Kalaupun saya pada akhirnya mengunjungi Amerika Serikat, itupun harus tidak menggunakan uang saya sendiri. Hehe.

 

Tapi, kebencian kan tidak bisa begitu saja digelontorkan dengan merasa punya hak untuk mematikan orang lain. Yah, anak SD juga tahu kalau membunuh itu salah besar. Membunuh karena punya persoalan pribadi saja salah. Apalagi membunuh tanpa alasan pribadi.

 

Ok, pada akhirnya mereka mati di hadapan regu tembak.

 

Saya tidak bisa membenarkan pula hukuman mati secara pribadi. Tidak berperikemanusiaan sepertinya. Hidup kok jadi ada di tangan manusia ya? Tapi, ada satu yang menjadi payungnya. Saya adalah warga negara Indonesia. Indonesia masih memberlakukan hukuman mati. Selama ia merupakan pilihan penitensi, saya harus tunduk dengan aturan itu. Kalau tidak sepakat, pilihan saya adalah keluar dari Indonesia. Tapi, Indonesia adalah rumah saya. Saya sepakat sepenuhnya ikut dan tunduk pada hukum negara ini.

 

Saya berharap hukuman mati dihapuskan satu hari nanti.

 

Yang lucu, ketiga orang ini disambut seperti pahlawan. Kalau sampai di level melayat, itu harus. Tapi menganggap mereka pahlawan? Cmon, pahlawan dari mana? Mereka membunuh ratusan orang yang tidak punya salah, lantas menjadi pahlawan? Tidak masuk akal sama sekali.

 

Lagi-lagi keadaan aneh mampir ke dalam hidup saya.

 

Yang serem juga, kematian mereka bisa jadi memupuk sel-sel baru terorisme. Ada orang bodoh lagi yang merasa terprovokasi untuk membalas dendam akan kematian tiga orang ini. Haha.

 

Aneh sekali keadaan ini. Semoga tidak kejadian deh yang model begini.

 

Selamat jalan, teroris. Semoga pada detik-detik terakhir sebelum kematian kalian, kalian disadarkan bahwa apa yang kalian lakukan itu salah besar.

 

Oh ya, saya masih benci sama kalian. (pelukislangit)

 

 

Rumah Depok

9 November 2008

10.20


44 CommentsChronological   Reverse   Threaded
misteriousart wrote on Nov 8, '08
setuju lix, instead of become a terror to society, instead they become a martyr...

...bakal banyak amrozi baru, imam samudra junior dan ali gufron kecil nantinya kalo begini.
berrykikuk wrote on Nov 8, '08
salah satu hal yang penting juga adalah dalang atau pemimpin mereka itu sebenarnya siapa.. sampai sekarang pak presiden tidak berani untuk mengungkap kebenaran tersembunyi itu, bahkan terkesan disembunyikan.
pelukislangit wrote on Nov 8, '08
Iya, Man. Gue sih berharap sepenuhnya, gue sama elo salah.
aingtea wrote on Nov 8, '08
Pas gw ntn tivi.. bagian pas sesudah eksekusinya, scene di rumah para tereksekusi.. gw bengong lah.. anjrit.. serem.. tampak sangat apa ya.. membara?? Gw sebagai penghuni pulau Bali kayanya pantas merasa khawatir daripada lega ngeliatnya.. dan ekspektasi gw emang khawatir dan ga pernah lega.. Hukuman mati malah meneruskan lingkaran kebencian dan kekerasan yang harusnya diputusin..
imateaser wrote on Nov 8, '08
Dan saya benci akan jarak mereka yang jauh, membuat ongkos kirim antar negara menjadi sangat mahal.
naaaah,hahahahaha
wisnuhuhu wrote on Nov 8, '08
negara ini aneh ya...udah jelas membunuh ratusan orang, eh malah seperti diistimewakan.anak2 di lapangan juga pada gregetan nunggu kepastian trio ini dibedil...

mudah2an,nggak melahirkan lagi pengikut radikal macam mereka.
pelukislangit wrote on Nov 8, '08
naaaah,hahahahaha
Asal lo tau, sekarang kalo buka Ebay, gue nggak pernah buka www.ebay.com. Bukanya www.ebay.co.uk.

Bangsat emang tuh dollar. Pusing ngeliatnya.
pelukislangit wrote on Nov 8, '08
aingtea said
Gw sebagai penghuni pulau Bali kayanya pantas merasa khawatir daripada lega ngeliatnya.. dan ekspektasi gw emang khawatir dan ga pernah lega.. Hukuman mati malah meneruskan lingkaran kebencian dan kekerasan yang harusnya diputusin..
Kemaren waktu ada liputan Shalat Ied waktu lebaran di LP Batu Nusakambangan, ketiga teroris ini sepertinya get along so well dengan sejumlah orang yang keliatan sebagai ajudan pribadinya.

Serem banget sih dengan sistem komunikasi yang bisa mereka bangun di dalam sana. Takutnya malah bikin satu sel baru yang jadi bom waktu untuk orang banyak.

Tiga orang ini kemampuan komunikasinya bagus sepertinya. Nggak berani gue ngebayanginnya, Bi.
gloomingdale wrote on Nov 8, '08
Kebencian-kebencian itu membuat saya tidak ingin pergi ke Amerika Serikat dengan uang sendiri.
kalo gw tetep harus injek tanah New York, bung Felix! ;)
pelacur wrote on Nov 8, '08
hum.. pulang dr india, masuk ke jkt.. jalan2 ke mall.. tiba2 saya tau apa yang dirasakan ketiga orang ini sampai harus melakukan pemboman di bali atau tempat lainnya. tanpa sadar, saya punya perasaan destruktif karena saya benci sistem. lalu seorang teman menyadarkan saya, dia bilang "berpikirlah dengan kepala dingin, kalau perlu, ajak bicara orang-orang dan dengarkan apa keluhan mereka karena mereka yg sebenarnya punya kekuatan, dari sana kamu tau apa yang harus dilakukan. tentu saja bukan menggunakan teror!"
.....
pelukislangit wrote on Nov 9, '08
Kalo masih kecewa, tahun depan kembali ke India lagi yuks, Li. Haha.
ditanandita wrote on Nov 9, '08
iya mengerikan. smg tidak ada 'merekamereka' yang baru.
pelacur wrote on Nov 9, '08
Kalo masih kecewa, tahun depan kembali ke India lagi yuks, Li. Haha.
aku ke nepal.. kita ketemu di agra ya? :)
pelukislangit wrote on Nov 9, '08
Ah, Li. Andaikan punya waktu (dan uang) mau deh gue ke Nepal. Eh, kapan perginya?
thejealousproject wrote on Nov 9, '08
BURN IN HELLL!!!! they sux... heuhueheu
pelacur wrote on Nov 9, '08
Ah, Li. Andaikan punya waktu (dan uang) mau deh gue ke Nepal. Eh, kapan perginya?
blom tau.. maret mudah2an lix.. ameeen
berlagakgangster wrote on Nov 9, '08
sok berat bahasan lo, bangsat! bales aje dulu yang bener sms gw!
aditvampir wrote on Nov 9, '08
Ngehek lo, Nor! Haha.
pipipego wrote on Nov 9, '08
yah.. semoga ngga ada teror-teror selanjutnya dan semoga kita sudah mengutuk pihak yang pantas dikutuk.. karena kebenaran mengenai tragedi bom bali menurut gw masih sangat abu-abu..
solehsolihun wrote on Nov 10, '08
Ah, tidak penting buat saya urusan benci membenci itu.



Sulit sekali kalau urusan negara dibawa menjadi satu hal yang personal.



Saya juga benci sekali dengan pemerintah Amerika Serikat. Saya benci sekali kenapa mereka harus menerapkan syarat yang ketat secara membabi buta. Saya benci paranoia yang mereka sebarkan ke seluruh penjuru dunia. Saya benci kenapa mereka begitu dominan dalam perekonomian dunia. Dan saya benci akan jarak mereka yang jauh, membuat ongkos kirim antar negara menjadi sangat mahal.
katanya urusan benci membenci nggak penting lix. tapi, di sini elu mengungkapkan banyak sekali kebencian. :p
ouijaboard wrote on Nov 10, '08
kok jadi banyak teror bom di indonesia ya pasca ini?? dan idiotnya, mau ngebom kok pake teror segala...mana ga kebukti..bom mah bom aja kaleee, ga usah pake teror lwt telpon.
journalin wrote on Nov 10, '08
Buat apa ikut mengotori hati kita sama kebencian terhadap mereka? Udahlah, sekarang juga mereka bakal mengetahui sendiri jawaban dari Tuhan, apa yang mereka perbuat itu jihad ato gak. Sekarang waktunya siksa kubur :)
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
Udahlah, sekarang juga mereka bakal mengetahui sendiri jawaban dari Tuhan, apa yang mereka perbuat itu jihad ato gak. Sekarang waktunya siksa kubur :)
Haha.. Siksa kuburrrrr...
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
kok jadi banyak teror bom di indonesia ya pasca ini?? dan idiotnya, mau ngebom kok pake teror segala...mana ga kebukti..bom mah bom aja kaleee, ga usah pake teror lwt telpon.
Rif, kok dari reply lo ini, gue merasa elo punya amarah terpendam sama sesuatu sih? Tenang, friend, semuanya bisa diomongin kok.
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
semoga ngga ada teror-teror selanjutnya dan semoga kita sudah mengutuk pihak yang pantas dikutuk..
Semoga segala macam 'perjuangan' tolol ini berhenti di sini ya.
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
Ngehek lo, Nor! Haha.
Hush. Sama abdi negara nggak boleh gitu, Pir. Kerjaan dia mulia loh.
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
sok berat bahasan lo, bangsat! bales aje dulu yang bener sms gw!
Iya, Pak. Maaf ya, Pak. Ngomong-ngomong, maaf sebelumnya ya, telepon di rumah saya rusak, Pak. Bisa dibenarkan? Bisa langsung ke Bapak Zulner atau ke 147 aja, Pak?
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
pelacur said
blom tau.. maret mudah2an lix.. ameeen
Yah, kecepetan kalo mau ketemu.
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
BURN IN HELLL!!!! they sux... heuhueheu
Ky, sekarang lagi ketemu 72 bidadari kali mereka.
cindaga wrote on Nov 10, '08
waduk lah amrozi dkk....
semoga ama 72 bidadari anunya dipenggal rame2.. dan setiap ujung badannya dipasangin oetasan satu2 dan diledakan berbarengan.... amiieeeeeeeen...
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
cindaga said
semoga ama 72 bidadari anunya dipenggal rame2.. dan setiap ujung badannya dipasangin oetasan satu2 dan diledakan berbarengan.... amiieeeeeeeen...
Idih, kejam.
thejealousproject wrote on Nov 10, '08
cindaga said
waduk lah amrozi dkk....
semoga ama 72 bidadari anunya dipenggal rame2.. dan setiap ujung badannya dipasangin oetasan satu2 dan diledakan berbarengan.... amiieeeeeeeen...
wakakakakakkakakakaka.......
cindaga wrote on Nov 10, '08
iih mereka juga kejammmm... kmrn terlalu baik memperlakukan mereka..CUIH!
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
cindaga said
iih mereka juga kejammmm... kmrn terlalu baik memperlakukan mereka..CUIH!
Pendendam lo kayaknya, Din.
cindaga wrote on Nov 10, '08
Pendendam lo kayaknya, Din.
hahaha gue sih menjalani hukum rimba..
lu jahat dibales jahat.. lu baik dibales baik..
lu kejam yaa dibales kejam douuungggg...darah dibales daraaaaaaah
HUAHAHAHAHAHAHAA
ouijaboard wrote on Nov 10, '08
Rif, kok dari reply lo ini, gue merasa elo punya amarah terpendam sama sesuatu sih? Tenang, friend, semuanya bisa diomongin kok.
gua emosi sama rambut gondrong lo, Lix. hahaha
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
cindaga said
hahaha gue sih menjalani hukum rimba..
lu jahat dibales jahat.. lu baik dibales baik..
lu kejam yaa dibales kejam douuungggg...darah dibales daraaaaaaah
HUAHAHAHAHAHAHAA
Awww... Serem, Din. Nggak nyangka gue.
pelukislangit wrote on Nov 10, '08
gua emosi sama rambut gondrong lo, Lix. hahaha
Tunggu sampai gue beneran gondrong, Rif. Gue libas lo abis itu.
berrykikuk wrote on Nov 10, '08
GONDRONG BAYEM!
pelukislangit wrote on Nov 11, '08
GONDRONG BAYEM!
Letoy dong?
ouijaboard wrote on Nov 11, '08
Tunggu sampai gue beneran gondrong, Rif. Gue libas lo abis itu.
trus belah pinggir mentok kaya SBY...celana skinny...wah, lo makin keren deh sebagai produser nubuzz tersohor...hahahah
pelukislangit wrote on Nov 11, '08
trus belah pinggir mentok kaya SBY...celana skinny...wah, lo makin keren deh sebagai produser nubuzz tersohor...hahahah
Wakakakk. Eh, cuma katanya kemaren ada foto Imam Samudera waktu jadi mayat gitu. Temen gue di kantor ngeliat aja. Gue males banget ngeliatnya.

Eh, NuBuzz punya manajemen artis loh, sepertinya seru menjadi agen Cliff Sangra.
cindaga wrote on Nov 12, '08
Wakakakk. Eh, cuma katanya kemaren ada foto Imam Samudera waktu jadi mayat gitu.
waah pengen liaaaat..ancurrr gaaa?? pasti enggaaaaak huuuuh payaaaah
brokensss wrote on Nov 12, '08
haha..
Add a Comment
   
© 2009 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Contact · Help