 | Category: | Music | | Genre: | Rock | | Artist: | The S.I.G.I.T. |
Kalau anda menggemari The Insurgent, pasti anda tidak akan kaget. Tapi, kalau anda biasa saja sama band ini, barulah anda kaget. Dibandingkan debut fenomenal Visible Idea of Perfection, album ini kalah catchy. Anda tidak akan mudah menyenandungkan lagu-lagu di Hertz Dyslexia semudah anda menyenandungkan All the Time, Clove Doper, Soul Sister, atau bahkan Black Amplifier.
Lagu-lagu di album ini kebanyakan punya karakter yang mirip dengan Satan State, track penutup Visible Idea of Perfection.
Jumlah reffrain yang bisa disenandungkan bersama berkurang drastis. Band ini semakin menonjolkan keinginan mereka untuk bersuara lewat instrumen mereka; gitar, bas, dan drum. Hampir sulit menemukan celah untuk bisa sama-sama berteriak dengan mereka model bagian “Don’t know what to do...” di lagu Soul Sister. Buat saya itu bagus.
Tapi, kalau sekali lagi mau membandingkan (dengan Visible Idea of Perfection tentunya), mendengarkan Hertz Dyslexia adalah sebuah perjalanan sejarah di mana anda sedang menyaksikan salah satu band rock lokal paling bahaya (jangan pernah lupakan nama Seringai yang ada di kelas yang sama dengan mereka) yang dimiliki oleh generasi 2000an menjalin karir menjulang mereka.
Hanya band hebat yang berani mengambil arah yang sesuka hati di tengah kesuksesan mereka. The Insurgent melakukan itu dan mereka cenderung memaksakan orang yang mengikuti kemana mereka bernyanyi.
Single pertama Money Making adalah lagu paling ‘aman’ yang masih agak mudah diterima orang. Track kedua, Bhang, sudah pasti akan membuat kening berkerut. Mereka menggunakan sulit di lagu ini. Suling? Ya, bayangkan saja suara suling kawin dengan musik The Insurgent.
Tapi tunggu, ada lagu romantis di sana. Mereka mengkover Only Love Can Break Your Heartnya Neil Young dengan sangat baik. Percayalah bahwa Rektivianto Yoewono adalah seorang penyanyi rock yang juga bisa bersuara lantang selantang kegalauan Bob Dylan. Tapi suaranya jauh lebih bagus dari segi kualitas ketimbang Dylan.
Ada beberapa re-interpretasi lagu di sini. Mereka merekam ulang All the Time dan Nowhere End; keduanya dari Visible Idea of Perfection. All the Time diganti judul dan liriknya menjadi Midnight Mosque Song sementara Nowhere End hanya dirombak aransemennya. Lagi-lagi, The Insurgent membawa musik mereka ke ranah yang sulit dibayangkan oleh penggemar mereka. Bahkan ada suara pianika di lagu Nowhere End. Pernah membayangkan sebelumnya?
Verge of Puberty (Can’t Take It) juga merupakan lagu lama yang mereka aransemen ulang. Lagu ini dulu dirilis dengan nama Come Take It dan terdapat di mini album self titled mereka. Lalu juga ada versi studio dari The Party, single gratisan mereka yang dirilis setahun yang lalu; untuk mendukung kampanye mereka pergi ke Festival SXSW 2008, rencana yang kemudian berantakan karena visa Donar Armando Ekana, pemain drum, telat keluar.
Track Up and Down mungkin sudah cukup familiar untuk mereka yang menggilai band ini. Ini juga lagu stok lama yang bisa jadi versi demonya sudah beredar luas di kalangan penggemar berat mereka tapi belum pernah dirilis dalam bentuk rekaman studio yang layak.
Di dua track terakhir malah The Insurgent bereksperimen dengan sangat liar. Mereka merangkai instalasi suara yang sudah jelas keluar dari pakem bermusik mereka yang dikenal oleh banyak orang selama ini.
Lantas, sukakah saya pada Hertz Dyslexia? Jujur saja, kening saya ikut berkerut. Berkerut tapi selalu punya alasan untuk menyetel cd ini berulang. Oh, sadarkah anda bahwa dari tadi saya hanya bercerita tentang versi aransemen ulang dari materi lama?
Hertz Dyslexia adalah mini album berisi sebelas lagu yang seolah ditinggalkan oleh The Insurgent. Bisa jadi lagu-lagu yang dibuang sayang. Tapi toh pengemasan mereka layak diganjar dua jempol.
Saya bahagia. Saya ada di dalam sebuah sejarah pencatatan sebuah band rock suara generasi 2000an yang sedang beranjak menjadi sebuah skuad rock legendaris Indonesia.
The Insurgent tidak akan berhenti di sini dan saya selalu percaya bahwa cerita mereka masih bisa berkembang jauh.
Selamat kaget mendengarkan Hertz Dyslexia. (pelukislangit)
*) Hertz Dyslexia akan dirilis dalam waktu dekat. Sulit untuk tidak menulis tentang album ini secepatnya. Bintangnya lebih cocok tiga setengah.   | Heh, lo masih online? Offline deh di YM. Membutuhkan konsultasi nih. Hihihi. Gua ga baca tulisannya tapi komen gini. Mau marah ga lo? |
 | Sudah lama nggak baca ulasan musik lo. I like you, as always... Menunggu kiriman lengkap albumnya :p Haha. Tapi, aku sungguh penasaran dengan eksperimentasi musik mereka :p |
 | mungkin ini karena faktor 2 personilnya akhir2 ini lebih sering maen drone/noise ketimbang rock n roll hahaha |
 | lagi nungguin masuk toko nih.. |
 | vanco wrote on Mar 19, '09 dari covernya aja udah juara gitu.....2009 masih menjadi tahun yang menarik buat permusikan indonesia ya lix...industri boleh "pura - pura" ketar-ketir,tapi di beberapa pihak masi banyak yang peduli dengan kualitas... |
 | Ada update dari Okky, orang promosi FFWD Records. Ternyata 11 lagu ini akan dirilis dalam dua cd terpisah. CD pertama akan berisi enam buah lagu dan lima lagu tambahan akan dirilis kemudian.
Jadi konsepnya memang masih EP. Hmm.. ada sesuatu yang spesial dengan kemasannya. Silakan menunggu kalau begitu. |
 | good song good album good cover good band dan tentunya good review |
 | selalu dengan artwork yang menakjubkan! |
 | lho?? hehehe kirain udah. tp mantep albumnya. dan tdk sabar menunggu yg part 2 |
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
 | myst5 wrote on Jul 12, '09 empat setengah sih mnurut gue untuk kualitas di album ini, gila abis kalo dibandingin dgn band2 cinta & kurang jelas yg makin bermunculan di tanah air ini, bisa di bilang minialbum ini adalah salah satu yg terbaik... saya penggemar musik the sigit, bgitu saya menyetel lagu2 di cd album hertz dyslexia ga kaget2 amat, apa karena udah kbiasaan denger king crimson? ah nggak juga.. tapi satu yg saya sadar, menurut saya kualitas musikalitas the sigit naik level,, bisa di lihat di aransemen2 baru di lagu2 dari album visible idea of perfection saat mereka tampil live..yah walau tdk lebih catchy, tapi lbih menarik mnurut saya. |
 | empat setengah sih mnurut gue untuk kualitas di album ini, gila abis kalo dibandingin dgn band2 cinta & kurang jelas yg makin bermunculan di tanah air ini, bisa di bilang minialbum ini adalah salah satu yg terbaik... saya penggemar musik the sigit, bgitu saya menyetel lagu2 di cd album hertz dyslexia ga kaget2 amat, apa karena udah kbiasaan denger king crimson? ah nggak juga.. tapi satu yg saya sadar, menurut saya kualitas musikalitas the sigit naik level,, bisa di lihat di aransemen2 baru di lagu2 dari album visible idea of perfection saat mereka tampil live..yah walau tdk lebih catchy, tapi lbih menarik mnurut saya.  Ya kalo dibandingkan dengan band-band yang mendominasi televisi sekarang sih, ya jelas mereka beda kelas. The SIGIT jauh lebih majulah kemana-mana. Sepakat untuk The SIGIT yang naik kelas dari level musikalitas. Baca http://pelukislangit.multiply.com/journal/item/1118/Lagi-Lagi-Lagi_Tentang_The_S.I.G.I.T. deh. Gue menemukan banyak hal seru ketika menulis press release Hertz Dyslexia. Yang harus dicamkan di dalam kepala adalah kalimat Farri, "We're going to be bigger than this." |
 | wah mas baru maen ke blognya ni, manteb2 reviewnya, btw punya EP nya yang taun 2004 ga mas, saya cari2 nih, bisa tolong bantu? |
 | wah mas dijual brp ni, saya pengen beli ni mas , dijual ga??? |
 | EP 2004 bukannya uda ga ada jual ya mas? |
 | EP 2004 nya masi ada yang bekas ga nih bro? mau dilepas? |
| |